Dengan segala keunikannya, tanaman Puring kini sudah mulai merangkak kembali dan pantas dijadikan idola. Tak terkecuali Puring Apel, bentuk daun yang menyerupai buah apel ini memiliki bentuk eksotis dipadu dengan variasi warna yang serasi hingga mampu menyihir penggemarnya. Ada 2 Puring Apel yang saat ini tersedia di pasaran tanaman hias, yaitu lokal dan Thailand. Meski namanya sama, tapi tampilannya berbeda.
“Sebenarnya, puring Apel lokal tidak kalah dengan ke-eksotikan puring apel Thailand. Pada prinsipnya puring Apel dari Thailand memiliki kemenangan pertama pada kata “Import”,” ungkap Subur Prasetyo, 31, pedagang bunga dari Kota Blitar, Jawa Timur. Dan sudah menjadi sebuah tradisi, segala sesuatu yang import akan dikatakan lebih bagus. Kenyataannya sebagian besar memang begitu, termasuk juga yang menyangkut tanaman.
Lebih lanjut pria tambun ini menjelaskan bahwa pada sisi warna kedua Puring ini memiliki perbedaan. Puring Apel lokal warnanya cerah, sedangkan Puring Apel Thailand warnanya mengkilat. Bila terkena sinar matahari, maka warna dari puring Thailand ini akan muncul lebih sempurna.
Selain pada warna, daun dari masing-masing varian beda Negara ini juga memiliki perbedaan. Puring Apel Thailand memiliki jenis daun yang tebal, sedangkan puring apel lokal daunnya lebih tipis. Sekilas memang nampak sama, tapi ketika diraba akan terasa perbedaannya.
Dengan perbedaan ketebalan yang mendasar itu, daun pada puring juga memiliki karakteristik yang berbeda pula. Puring Apel lokal daunnya kasar. Sedangkan puring apel Thailand bila diraba daunnya seperti plastik, halus dan agak licin. “Makanya warna Puring ini nampak mengkilap,” ungkapnya.
Mengenai harga, jelas memiliki perbedaan. “Perbandingan yang mencolok apabila kita berbicara soal harga. Karena puring import juga membutuhkan biaya pada sisi transportasi sedangkan lokal begitu mudahnya di dapat. Untuk perbandingan harga yang ada 1:10,” jelasnya.
Bila di pasaran lokal, Puring Apel lokal seharga Rp 15.000 – Rp 20.000, sementara Puring Apel Thailand minimal seharga Rp 100 ribu. Dari perbedaan yang ada tersebut, juga mempengaruhi penjualan. Terutama pada varian warna. “Untuk kedua jenis Puring itu, varian warna yang sering di buru kolektor adalah kolaborasi warna merah,” ungkapnya.
Sedangkan puring apel lokal selain kolaborasi warna merah, di pasaran yang menunjukkan geliatnya adalah Puring Apel warna kuning telur. Kecenderungan tren tanaman Puring Apel baik lokal maupun import masih banyak digilai para kolektor. Tapi bagi kolektor tanaman yang memiliki citarasa seni, dedaunan puring ini bisa menjadi alternatif. Harganya juga masih relatif terjangkau dibanding jenis tanaman koleksi lain tapi keindahan daun puring juga tak kalah bila dipajang maupun dipamerkan. ton